Medsos Heboh, Fadli Zon Unggah Foto 2007 Bareng (Alm) Pak Harto Di Twitter

SHARE:

fadli zon foto bareng suharto
iPost.id - Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI beromantika. Dia mengunggah foto lama alias jadul di akun Twitternya. Foto yang diunggah adalah saat Fadli Zon sedang bersama mantan Presiden RI, Suharto. Foto itu dibuat tahun 2007, setahun sebelum Suharto meninggal dunia. Yang menjadi pertanyaan di sejumlah media sosial, bukankah Suharto saat itu sedang sakit keras ?

Dalam foto tersebut, Fadli Zon memakai batik cokelat, sedangkan Pak Harto memakai kemeja, sweater, serta sarung. Foto-foto itu tertanggal 18 Maret 2007.
fadli-zon-unggah-foto-bersama-suharto

"Pak Harto memberi hadiah buku untuk saya, sebuah kenangan tahun 2007, usai ngobrol panjang," tulis Fadli Zon di akun Twitter pada Sabtu (30/9/2017) seperti dikutip dari detik.com

Beberapa foto yang diunggah antara lain terlihat saat Pak Harto sedang menandatangani buku dari Fadli Zon. Selain itu ada juga foto saat Wakil Ketua DPR RI tersebut dan Soeharto sedang duduk berdua sambil berbincang dan minum teh, dengan latar belakang wayang. iPost.id mencoba mengakses akun tersebut.

Foto yang diunggah Fadli Zon tersebut mendapatkan beragam komentar, keheranan dan pertanyaan diakunnya. Fadli Zon menjawab pertanyaan tersebut dengan kalimat berikut ini :

"Ketika ngobrol panjang (2 jam), Pak Harto terbata2 bicara, lbh byk mengingat masa lalu yg lebih lama ketimbang peristiwa baru. " tulis Fadli Zon di akun @fadlizon sambil menuliskan link akun twitter @HMSoeharto192.


Kronologis Penyakit Suharto (Pak Harto) Sejak 1999 Serta Keterangan Dari Tim Dokter dan Tim Hukum Keluarga


20 Juli 1999
Soeharto terkena stroke ringan dan menjalani pemeriksaan radiologi dan MRI di RSP Pertamina Jakarta. Kejaksaan Agung menghentikan sementara penyelidikan kasus Soeharto.

28 Juli 1999
Kesehatan Soeharto membaik. Mulut yang diberitakan miring kembali normal. Soeharto menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan kondisi syaraf secara menyeluruh (EEG) dan CT Scan

30 Juli 1999
Mantan Presiden RI ke-2 ini meninggalkan RSP Pertamina. Tim dokter yang dipimpin Dr Ibrahim Ginting, mengizinkan Soeharto pulang.

14 Agustus 1999
Sekitar pukul 09.00 WIB, Soeharto dilarikan ke RSP Pertamina dan harus menjalani rawat inap setelah mengalami pendarahan di usus saat hendak mengambil air wudu untuk salat subuh di kediamannya.
Soeharto kemungkinan menderita ambeien atau haemorroid akibat kebanyakan berbaring dan duduk selama proses penyembuhan, baik di RSPP maupun di rumah.

7 Oktober 1999.
Tim dokter menerangkan Soeharto masih sakit sehingga tidak dapat mengikuti pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Surat keterangan tim dokter yang ditandatangani Dr Hari Sabardi ini menekankan, keterangan
tersebut dibuat berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

14 Februari 2000
Soeharto mengalami kesulitan berkomunikasi verbal.

17 Februari 2000
Probosutedjo, saudara tiri mantan Presiden Soeharto mengatakan, kondisi mantan Presiden Soeharto sehat secara fisik. Namun dia tidak bisa bicara. Kalaupun dipaksakan, bicaranya harus pelan-pelan dan sangat susah. Menulis pun tidak bisa. Yang masih bisa hanya tanda tangan. Karena itu, tidak efektif kalau pihak DPR dan Kejaksaan Agung tetap berkeinginan memanggil Soeharto untuk menjelaskan soal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)

7 Maret 2000
Tim dokter keluarga menyatakan Soeharto yang dikatakan sakit jasmani dan rohani dibawa ke RSCM oleh Kejakgung untuk pemeriksaan ulang kesehatannya.

13 Maret 2000
Mantan Presiden Soeharto, menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan Tim Dokter RSCM didampingi Tim dokter Soeharto untuk menentukan kelanjutan pemeriksaan hukum atas diri Soeharto.

28 Maret 2000
Koordinator Kuasa Hukum Soeharto, Juan Felix Tampubolon menjelaskan hasil pemeriksaan tim dokter terhadap kesehatan mantan Presiden Soeharto bahwa Soeharto mengalami hambatan dalam komunikasi. Artinya, apa yang dikatakan Soeharto tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

04 April 2000
Jaksa Agung Marzuki Darusman menyatakan, rekomendasi tim medis RSCM menyatakan Soeharto bisa menjalani pemeriksaan. Karena itu tim penyidik Kejaksaan dapat melakukan pemeriksaan awal, dan akan diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut.

10 April 2000
Kesehatan mantan Presiden Soeharto menurun, ketika hendak dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung. Direktur Politik Kejaksaan Agung Purnama Munte menjelaskan, sesuai penjelasan dokter, baik dari RSCM  maupun dari dokter Pak Harto, mantan Presiden Soeharto belum dapat memberikan keterangan. Oleh karena itu, pemeriksaan ditunda sampai ada penjelasan resmi dari dokter yang menyatakan Soeharto mampu memberikan penjelasan.

12 Juni 2000
Tim penyidik Kejaksaan Agung, seusai memeriksa mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana Nomor 8 Jakarta Pusat, diminta tim penasihat hukum mantan Presiden Soeharto untuk menghentikan pemeriksaan atas diri Soeharto. Karena sebagian besar pertanyaan tidak dapat dijawab oleh Soeharto karena menyangkut kejadian beberapa tahun silam. Selain itu, apa yang disampaikan Soeharto tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

14 Agustus 2000
Soeharto kembali masuk RSP Pertamina untuk pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan endoskopi  dan CT Scan.

23 September 2000
Soeharto foto otak di RSP Pertamina.

24 Februari 2001
Soeharto menjalani operasi usus buntu di RSP Pertamina.

26 Februari 2001
Kondisi kesehatan Soeharto membaik meskipun infus belum dicabut.

13 Juni 2001
Soeharto menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung permanen di RSP Pertamina. Tim dokter RSCM menemukan frekuensi nadi rendah. Akibatnya distribusi oksigen ke organ-organ tubuh penting, seperti
otak, ginjal, dan jantung terganggu.

17 Desember 2001
Soeharto kritis dan dibawa ke RSP Pertamina. Batuk-batuk dan sesak napas. Tensi darah 180\/70 dengan suhu 38-39 derajat Celsius.

18 Desember 2001
Soeharto menderita pneumonia dengan gejala flu, batuk, demam, tidak mau makan, dan diare. Karena pertimbangan non medis seperti faktor emosional dan kultural, seperti perayaan Idul Fitri, tim dokter
memutuskan Soeharto dirawat secara intensif di rumah.

28 Desember 2001
Soeharto kembali menjalani rawat inap di RSP Pertamina selama 11 hari.

14 Maret 2002
Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek, putri bungsu Soeharto, mengungkapkan kesehatan Soeharto memburuk.

15 Maret 2002
Soeharto mengalami pendarahan dan harus diinfus.

16 Maret 2002
Kesehatan Soeharto menurun. Tim dokter memberikan transfusi darah.

18 Juni 2002
Untuk membuktikan kebenaran kesehatan Soeharto telah pulih, Kejaksaan membentuk tim dokter. Lebih dari 20 dokter memeriksa kesehatan Soeharto. Tujuh diantaranya adalah tim dokter independen RSCM yang ditunjuk Kejaksaan, sisanya adalah dokter keluarga Soeharto.

12 Agustus 2002
Ketua Tim Dokter Soeharto, Akhmal Taher, mengumumkan kesehatan Soeharto lebih baik dibanding saat terserang stroke pada 1999 dan 2001. Namun kemampuan berbahasanya terganggu.

29 Oktober 2002
Soeharto berziarah ke makam Tien Soeharto di Astana Giribangun, Mangadeg, Karanganyar. Dia tampak sehat dan segar serta mampu berjalan sendiri tanpa dipapah maupun menggunakan tongkat.

29 April 2003
Kesehatan Soeharto kembali memburuk dan dilarikan ke RSP Pertamina. Pendarahan saluran pencernaan sudah merembet ke jantung. Sebelumnya Soeharto telah dipasang alat pacu jantung.

7 Januari 2004
Kejaksaan Agung memerintahkan Kejaksaan Negeri Jaksel memeriksa kondisi kesehatan Soeharto. Tim dokter RSCM memeriksa kesehatan
Soeharto selama tiga kali dan menyimpulkan Soeharto menderita cacat psikologi permanen.

7 Februari 2004
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad mengunjungi Soeharto. Menurutnya Soeharto sehat. Hanya saja berbicaranya tidak lancar.

29 April 2004.
Kesehatan Soeharto memburuk. Pendarahan saluran pencernaan kembali terjadi.

2 Mei 2004
Tim dokter RSPP mengumumkan kesehatan Soeharto membaik.

5 Mei 2005
Soeharto masuk RSPP lagi dengan sakit yang sama, pendarahan usus. Namun, tim dokter menilai kondisi Soeharto relatif cukup aman. Soeharto kemudian menjalani rawat jalan. Rawat inap hingga 11 Mei 2005.

4 Mei 2006
Setelah tampil di muka publik dalam beberapa kesempatan seperti pernikahan cucu dan pertemuan dengan mantan PM Singapura Lee Kuan Yew, Soeharto lagi-lagi dirawat di RSP Pertamina. Soeharto mengalami
pendarahan yang mengakibatkan penurunan kadar sel darah merah dalam darah atau Hemoglobin (Hb).

11 Mei 2006
Setelah dioperasi pada 8 Mei 2006, penguasa Orde Baru itu dioperasi lagi. Operasi ini untuk memasukkan pipa lambung sebesar jari kelingking orang dewasa ke dinding perut sebelah kiri atas

18 Mei 2006
Soeharto kritis. Soeharto dikabarkan sudah tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas yang dilakukan sehari sebelumnya.

19 Mei 2006
Keluarga Cendana pasrah jika Soeharto dipanggil Tuhan sewaktu-waktu. Wakil Ketua Komisi II Priyo Budi Santoso menyatakan Mbak Titiek ngomong mereka sudah ikhlas jika Pak Harto dipanggil sewaktu-waktu.
Tamu yang menjenguk hanya diperbolehkan melihat dari jauh.

22 Mei 2006
Kesehatan Soeharto berangsur-angsur membaik. Meski masih dalam masa kritis, secara umum kesehatannya bertambah baik. Sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga dan mulai menjalani fisioterapi.

25 Mei 2006
Kondisi Soeharto sudah dalam batas normal dan tenang. Pendarahan sudah berhenti. Fungsi organ tubuh relatif baik walaupun terserang pilek.

30 Mei 2006
Kesehatan Soeharto semakin membaik dan menjalani pemeriksaan electro enchephalo graph (EEG). Diperbolehkan pulang jika fungsi pencernaan, jantung, ginjal dan pernafasannya sudah normal.

31 Mei 2006
Soeharto meninggalkan RSPP pukul 8.35 WIB menuju kediamannya. Soeharto ditemani tim dokter dan Dirut RSPP Dr Adji Suprajitno. Meski selang di lambung masih terpasang kondisinya semakin membaik.

4 Januari 2008
Soeharto kembali masuk RSPP. Menurut pengacaranya, Assegaf, ia hanya check up biasa. Tapi Soeharto juga menjalani USG dan CT scan. Informasi yang beredar, penyakit Soeharto kali ini lebih parah.
Kadar hemoglobin rendah, tekanan darah turun dan ada penimbunan cairan sehingga tubuh membengkak.

sumber :

  • (https://news.detik.com/berita/d-3666897/fadli-zon-unggah-foto-bareng-soeharto-di-2007-kami-ngobrol-panjang)
  • (http://nasional.kompas.com/read/2008/01/27/13324375/Riwayat.Kesehatan.dan.Pengobatan.Soeharto.Sejak.1999)
  • (https://news.detik.com/berita/875016/sakit-soeharto-dari-1999-2008)

COMMENTS

Nama

Artikel,10,Berita,20,DPR,3,e-KTP,1,Exclusive,13,Hate Speech,5,Hiburan,3,ISIS,2,Isu PKI,2,jokowi,4,Kesehatan,2,Konflik Rohingya,6,KPK,3,Mitos Dan Fakta,1,Opini,4,Otomotif,3,Pekerja,2,Pilpres 2019,4,Prabowo,3,Sains,2,Seleb,3,Terorisme,3,Unik,5,Viral,22,
ltr
item
iPost.ID: Medsos Heboh, Fadli Zon Unggah Foto 2007 Bareng (Alm) Pak Harto Di Twitter
Medsos Heboh, Fadli Zon Unggah Foto 2007 Bareng (Alm) Pak Harto Di Twitter
Twitter Fadli Zon ramai dengan komentar dan tanda tanya seputar foto yang diunggahnya bersama Suharto tahun 2007
https://4.bp.blogspot.com/-do9WGL-4bZ0/WdImZhqXcrI/AAAAAAAAAg0/tivUYGIjKRoL0druHurWhqnFSKjsQWEqQCLcBGAs/s320/fadli-zon-upload-foto-bersama-suharto.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-do9WGL-4bZ0/WdImZhqXcrI/AAAAAAAAAg0/tivUYGIjKRoL0druHurWhqnFSKjsQWEqQCLcBGAs/s72-c/fadli-zon-upload-foto-bersama-suharto.jpg
iPost.ID
http://www.ipost.id/2017/10/fadli-zon-unggah-foto-twitter-bersama-suharto-2007.html
http://www.ipost.id/
http://www.ipost.id/
http://www.ipost.id/2017/10/fadli-zon-unggah-foto-twitter-bersama-suharto-2007.html
true
2401734747666042421
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy